USFWS Berikan Penghargaan Kepada Centre For Orangutan Protection (COP) Atas Dedikasi Dalam Konservasi Satwa Liar


Sidoarjo, 31 Maret 2026. The United States Fish and Wildlife Service memberikan penghargaan kepada Centre for Orangutan Protection (COP) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam upaya konservasi satwa liar serta dukungan terhadap penegakan hukum di bidang kehutanan.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Atase USFWS, James Markley, di Kantor Balai Penegakan Hukum Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, yang berlokasi di Jalan Juanda, Sidoarjo. Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Balai Penegakan Hukum Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif Centre for Orangutan Protection dalam mendukung upaya penegakan hukum terhadap kejahatan satwa liar, termasuk sinergi yang telah terjalin dengan aparat penegak hukum dalam berbagai kegiatan investigasi dan penanganan


Sampai dengan saat ini total kasus kejahatan satwa liar yang ditangani oleh COP bersama otoritas terkait adalah sebanyak 76 kasus, dengan keberhasilan memenjarakan 103 penjahat satwa. Tim COP juga telah menyelamatkan 446 berbagai jenis satwa liar yang hidup dan lebih dari 200 awetan dari satwa liar yang terbunuh, termasuk sisik Trenggiling dengan total 465,68 sisik trenggiling


Selain kontribusi dalam bidang penegakan hukum, Centre for Orangutan Protection juga dinilai berkontribusi dalam mendukung Kementerian Kehutanan dalam proses repatriasi orangutan hasil penegakan hukum dari Thailand ke Indonesia pada akhir Desember 2025, dimana sebanyak 5 individu orangutan berhasil dikembalikan dari Thailand ke Indonesia, dan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan dan pemulihan satwa liar yang dilindungi.
Dalam sambutannya, James Markley menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan kerja nyata COP dalam memperkuat upaya perlindungan satwa liar, baik melalui kegiatan advokasi, investigasi, maupun kolaborasi dengan pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Centre for Orangutan Protection, Daniek Hendarto menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan serta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam konservasi keanekaragaman hayati.
Selain penyerahan penghargaan, The United States Fish and Wildlife Service bersama Centre for Orangutan Protection juga menjajaki peluang kerja sama dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya melalui penyelenggaraan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan investigasi dalam penanganan kejahatan satwa liar. Kerja sama ini diharapkan dapat semakin memperkuat efektivitas upaya penegakan hukum serta perlindungan satwa liar di Indonesia.
Kerja-kerja konservasi yang seringkali tidak terlihat justru memiliki dampak nyata. Bahwa di tengah tekanan besar terhadap hutan dan satwa liar Indonesia, ternyata masih ada individu dan organisasi yang memilih untuk bertahan, bekerja, dan tetap melawan kejahatan satwa, dan upaya tersebut tidak akan sia-sia.
Photo credit: Centre for Orangutan Protection
Tentang Penulis:
Penulis adalah ahli di bidang konservasi dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dalam penegakan hukum satwa liar, reintroduksi orangutan, dan advokasi konservasi, serta pernah menjabat Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia. Krismanko telah mengikuti berbagai pelatihan dan konferensi internasional di Asia, Australia, Eropa, dan Amerika. Saat ini juga bertugas sebagai Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Jawa Timur.



