AnimalSatwa Liar
Trending

[PRESS RELEASE] BELIEVE IN INDIA OR NOT? FIVE ORANGUTAN INFANTS FROM INDONESIA SMUGGLED INTO INDIA AGAIN!

Unduh di sini:
Press Release: Lima Bayi Orangutan Dari Indonesia Kembali Diselundupkan Ke India

Versi Bahasa

Yogyakarta, 9 September 2026. Geopix menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah-langkah diplomatik yang kuat kepada Pemerintah India menyusul ditemukannya 5 (lima) bayi orangutan asal Indonesia yang ditinggalkan di Bichitrapur Casuarina Forest, Balasore District, Odisha, India, pada 8 September 2026.

Temuan ini memperlihatkan bahwa perdagangan dan penyelundupan orangutan Indonesia lintas negara masih menjadi ancaman nyata. Geopix mengapresiasi tindakan aparat India, khususnya Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), yang telah menangani kasus tersebut dan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

“Lima bayi orangutan ini tidak pernah memilih untuk meninggalkan Indonesia. Pemerintah Indonesia harus hadir dan memastikan mereka segera dipulangkan dan dikembalikan ke Indonesia,” tegas Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix.

Sebelumnya, Geopix telah mendesak Pemerintah India untuk segera memulangkan 15 orangutan korban penyelundupan lintas negara periode 2021-2024 dan menggalang petisi untuk dukungan publik baik nasional maupun internasional. Kejadian 5 (lima) bayi orangutan ini menambah daftar panjang kejahatan lintas negara terhadap satwa liar khususnya Orangutan Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India Jaringan kejahatan terhadap satwa liar dilindungi lintas negara ini harus segera dibasmi dan dilakukan langkah-langkah taktis untuk mempercepat pengembalian kelima bayi orangutan tersebut ke Indonesia. Selain itu, perlu dipastikan bahwa proses hukum dilakukan secara bersama-sama untuk membongkar jejaring lintas negara yang menangkap, menyelundupkan, dan memperdagangkan bayi-bayi orangutan ini.

“Jangan biarkan kasus ini berhenti pada sekedar upaya penyelamatan lima bayi ini semata. Kita harus memburu jaringan lintas negara yang memperdagangkannya dan dibarengi dengan upaya cepat untuk mengembalikannya ke Indonesia. Jika satwa-satwa berharga dari Indonesia ini dapat diselundupkan hingga India, maka perlu upaya yang sangat serius sehingga para penegak hukum di Indonesia juga harus mampu mengurai dan menjangkau pelaku-pelaku kejahatan lintas negara yang berada di baliknya,” ujar Annisa.

—END—

Narahubung:
Digital and Media Campaigner
Tasya
(+62 852-1033-4327)

Tentang Geopix:
Geopix merupakan organisasi kampanye lingkungan independen yang bekerja mendorong perlindungan satwa liar, habitat dan bentang alam kritis, serta keadilan ekologis di Indonesia. Geopix adalah anggota dari Wildlife Animal Rescue Network (WARN), organisasi koalisi regional yang berfokus pada penguatan kapasitas pusat penyelamatan satwa liar, peningkatan edukasi konservasi, penerapan standar minimum perawatan bagi satwa liar serta mendorong kolaborasi dalam mengatasi kejahatan satwa liar lintas negara.

 

English Version:

Download Here:
Press Release: Five Orangutan Infants From Indonesia Smuggled Into India Again

Yogyakarta, 9 September 2026. Geopix calls on Indonesian President Prabowo Subianto to immediately take strong diplomatic measures with the Government of India following the discovery of five (5) orangutan infants from Indonesia abandoned at Bichitrapur Casuarina Forest, Balasore District, Odisha, India, on 8 September 2026.

The discovery demonstrates that the international trafficking and smuggling of Indonesian orangutans remains a serious and ongoing threat. Geopix appreciates the actions taken by Indian authorities, particularly the Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), in handling the case and conducting a thorough investigation.

“These five orangutan infants never chose to leave Indonesia. The Indonesian Government must step up and ensure that they are immediately repatriated and returned to Indonesia,” said Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner at Geopix.

Previously, Geopix urged the Government of India to immediately repatriate 15 orangutans who became victims of international smuggling between 2021 and 2024 and launched a petition to garner public support both nationally and internationally.

The discovery of these five orangutan infants adds to the growing list of transnational wildlife crimes, particularly those targeting orangutans. This case must receive serious attention from both the Indonesian and Indian Governments. The transnational criminal networks trafficking protected wildlife must be dismantled immediately, with tactical measures taken to accelerate the return of these five orangutan infants to Indonesia.

In addition, both countries must ensure that legal proceedings are pursued collaboratively to uncover the transnational networks responsible for capturing, smuggling, and trafficking these orangutan infants.

“We must not allow this case to end with simply rescuing these five infants. We must pursue the transnational network trafficking them and take swift action to return them to Indonesia. If these valuable Indonesian wildlife species can be smuggled as far as India, serious efforts are needed to ensure that Indonesian law enforcement authorities are also able to trace and reach the perpetrators behind this transnational crime,” said Annisa.

—END—

Media Contact:
Digital and Media Campaigner
Tasya
+62 852-1033-4327

About Geopix:
Geopix is an independent environmental campaign organization working to advance the protection of wildlife, critical habitats and landscapes, and ecological justice in Indonesia. Geopix is a member of the Wildlife Animal Rescue Network (WARN), a regional coalition focused on strengthening the capacity of wildlife rescue centers, enhancing conservation education, promoting minimum standards of wildlife care, and fostering collaboration to combat transboundary wildlife crime.




Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button