“Make Elephant Great Again”, Saatnya Mengembalikan Kejayaan Gajah Indonesia

Unduh di sini:
Press Release: Hari Gajah Sedunia 2026
12 Agustus 2026. Memperingati Hari Gajah Sedunia 2026, masyarakat, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil di berbagai daerah Indonesia menggelar aksi damai nasional “Make Elephant Great Again” yang dimulai pada tanggal 5 Agustus, yang masih berlangsung saat ini, dan akan berakhir pada 15 Agustus 2026. Lebih dari 28 organisasi dan komunitas bergabung dalam gerakan kampanye ini yang berupa photo opp, edukasi dan kampanye digital untuk pelestarian Gajah Indonesia.
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) merupakan salah satu satwa kunci yang menjaga keseimbangan ekosistem hutan Indonesia. Berlawanan dengan tubuhnya yang kuat dan raksasa, nasibnya sangat miris. Saat ini populasinya terus menurun dan menghadapi berbagai ancaman serius, mulai dari hilangnya habitat, jerat, racun, kawat listrik, konflik manusia-gajah, hingga perdagangan ilegal bagian tubuh gajah. Di sisi lain, perhatian terhadap kesejahteraan gajah yang hidup di lembaga konservasi dan kebun binatang juga perlu terus diperkuat.
Aksi yang diinisiasi Geopix, Centre for Orangutan Protection (COP), International Elephant Project, dan Orangufriends bersama Balai KSDA Aceh, Balai KSDA Jambi, Balai KSDA Kalimantan Timur dan Balai Taman Nasional Tesso Nilo merupakan bentuk dukungan publik terhadap upaya pemerintah memperkuat perlindungan Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan, sekaligus mendorong implementasi kebijakan secara nyata di lapangan. Aksi ini juga dibersamai oleh Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Forum Konservasi Leuser, Sumatera Hijau Lestari, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Garda Animalia dan Frankfurt Zoological Society (FZS).
Melalui kampanye “Make Elephant Great Again” atau “Kembalikan Kejayaan Gajah”, koalisi masyarakat menyerukan 6 (enam) agenda utama: perlindungan habitat dan koridor, penegakan hukum terhadap kejahatan satwa, pemberantasan jerat dan racun, penghentian eksploitasi gajah seperti gajah tunggang untuk hiburan, peningkatan kesejahteraan gajah di lembaga-lembaga konservasi, serta penguatan kolaborasi seluruh pihak.
Momentum ini menjadi semakin penting dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Gajah Kalimantan dan finalisasi Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK)
Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, mengatakan:
“Kami menyambut positif langkah pemerintah memperkuat perlindungan gajah melalui Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2026 , dan finalisasi SRAK Gajah. Sekarang tahapan pentingnya adalah memastikan kebijakan ini benar-benar diimplementasikan dan diwujudkan ke lapangan. Hal-hal prioritas yang memerlukan penanganan segera , seperti, perlindungan habitat gajah, pengelolaan dan perlindungan koridor ekologis antar kantong-kantong habitat gajah, penindakan secara tegas terhadap kejahatan terhadap gajah dan penanganan konflik manusia – gajah dengan pendekatan perlindungan kepada kedua pihak, memerlukan kerja-kerja bersama yang berkesinambungan. Make Elephant Great Again adalah ajakan agar seluruh masyarakat berperan aktif dan turut mengawal proses-proses implementasi tersebut.”
Ari Wibawanto, Kepala Balai KSDA Kalimantan Timur, menyampaikan:
“Gajah Kalimantan merupakan bagian penting dari kekayaan hayati Kalimantan yang harus kita jaga bersama. Perlindungannya membutuhkan kolaborasi, terutama untuk menjaga habitat, ruang jelajah, serta membangun koeksistensi antara masyarakat dan gajah.
Heru Sutmantoro, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, menyampaikan:
“Menyelamatkan gajah berarti menyelamatkan rumahnya. Pemulihan habitat dan pengamanan kawasan harus berjalan bersama dengan upaya perlindungan dan pengelolaan populasi gajah. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci.”
Himawan Sasongko, Kepala Balai KSDA Jambi, menyampaikan:
“Perlindungan gajah di Jambi membutuhkan kerja bersama dan dengan penuh kesadaran menerima bahwa gajah adalah bagian penting dari sejarah peradaban manusia. Kerja bersama ini diwujudkan dengan melakukan Monitoring pergerakan gajah, pengamanan habitat, penghilangan jerat, pembongkaran pagar listrik, dan pemulihan konektivitas habitat harus dilakukan secara terpadu agar kelompok-kelompok gajah yang terfragmentasi memiliki ruang hidup yang aman dan bisa terhubung satu sama lain, karena mengembalikan kejayaan gajah pada dasarnya adalah mengembalikan lagi martabat Sumatera dan juga bangsa Indonesia”.
Di Aceh, ancaman terhadap gajah juga masih terjadi, termasuk kematian gajah akibat kawat listrik bertegangan tinggi yang menjerat tubuhnya dan racun.
Aksi ini merupakan pemantik, dibaliknya terdapat harapan besar bahwa dari aksi ini akan terbangun gerakan bersama yang membawa gajah-gajah Indonesia kembali berjaya menjadi kebanggaan bangsa.
Kontak Media:
Cakrahayu Arnavaning Gusti
Digital & Media Campaigner
+62 85756573421




