Bentang AlamEnvironmentPeople
Trending

Bakti Alam Gunung Wedon: Difabel Pecinta Alam Penggerak Konservasi

Unduh di sini:
Bakti Alam Gunung Wedon

Bakti Alam Gunung Wedon: Difabel Pecinta Alam  Penggerak Konservasi

Malang, 22 Juni 2026 – Geopix dan Difpala (Difabel Pecinta Alam) bersama Komisi Nasional Disabilitas, Perhutani dan lebih dari 10 organisasi, lembaga pemerintah, komunitas masyarakat menggelar Bakti Alam di Gunung Wedon, yang merupakan lokasi pendidikan dasar Difpala di wilayah hutan produksi yang diampu oleh Perhutani, bertepatan peringatan enam tahun Difpala di bulan Suro ini.

Sejak 2020, Difpala secara konsisten melakukan aksi nyata yang mengintegrasikan konservasi alam, pemajuan budaya, dan inklusi sosial. Pada kegiatan ini dilakukan penanaman pohon dan pemasangan plang edukasi konservasi di 4 titik lokasi yang mengkampanyekan larangan menembak burung dan berburu satwa, serta peringatan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian hutan, juga pemasangan peringatan rambu di kawasan yang rawan kebakaran hutan.

Kegiatan ini adalah tindak lanjut kolaborasi antara LINKSOS dan Geopix terkait kampanye konservasi inklusif.

“Difpala mampu mencapai dan meraih puncak Gunung Wedon, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkontribusi bagi bumi, sekaligus mampu menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan dan masyarakat yang lestari,” kata Ken Kerta, Founder LINKSOS dan Difpala.

Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, menegaskan pentingnya  pelestarian hutan dan satwa harus dipahami lebih dalam dan dilakukan dengan melibatkan semua pihak. 

“Kegiatan Konservasi merupakan upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem beserta seluruh komponen-komponen pembentuknya. Difpala menunjukkan bahwa kegiatan Bakti Alam Gunung Wedon menjadi suara bahwa alam tidak membedakan-bedakan kondisi manusia berdasarkan kondisi fisiknya semata. Oleh karena itu, gerakan menjaga alam juga harus membuka ruang partisipasi yang setara dan bermakna bagi semua” ujarnya.

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Kikin Tarigan mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Bakti Alam Gunung Wedon dengan pelibatan berbagai lintas komunitas. Hal ini tidak hanya memberikan inspirasi difabel kepada Indonesia, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab difabel terhadap alam dan perubahan iklim. Menyambung pernyataan tersebut, Fatimah Mutmainah Asri yang juga Komisioner di KND mengatakan bahwa dengan kegiatan seperti ini, isu inklusi bisa membumi. Selain itu tidak hanya mampu membuktikan bahwa difabel bisa, tetapi diharapkan juga mampu mencegah bumi dari kerusakan.

Nur Soleh Hidayat, S.STP., MM selaku Camat Lawang, Kabupaten Malang menyatakan mendukung penuh kegiatan karena selaras dengan program malang merawat, melindungi dan menghijaukan lingkungan. Dengan kegiatan ini Kecamatan Lawang bisa menunjukkan eksistensinya untuk peduli terhadap lingkungan dan konservasi termasuk didalamnya satwa liar.

‘Bakti Inklusi, Bumi Lestari’ menjadi pesan utama kegiatan ini, bahwa konservasi, budaya, dan alam dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih adil bagi bumi.

 

— Selesai —

 

Narahubung

Ken Kerta (+62 857-6463-9993)

Annisa Rahmawati (+62 821 34460343)

 

Catatan pihak yang hadir dan mengikuti kegiatan Bakti Alam Gunung Wedon adalah:

Pemerintah: Muspika Lawang, BPBD Kabupaten Malang, Pemerintah Desa Turirejo

Komunitas/organisasi masyarakat: Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) Kabupaten Malang, ULD Kecamatan Lawang, PMI Lawang, Kwarran Lawang, Gudep Inklusif Lingkar Sosial Indonesia, Yayasan Panti Karya Asih, Pelestari Purbakala dan Budaya Indonesia (PPBI), Mahapena, Megawana, Arek Lawang (ARELA).

 

Tentang Geopix 

Geopix merupakan organisasi kampanye lingkungan independen yang bekerja mendorong perlindungan satwa liar, habitat dan bentang alam kritis, serta keadilan ekologis di Indonesia. Geopix adalah anggota dari Wildlife Animal Rescue Network (WARN), organisasi koalisi regional yang berfokus pada penguatan kapasitas pusat penyelamatan satwa liar, peningkatan edukasi konservasi, penerapan standar minimum perawatan bagi satwa liar serta mendorong kolaborasi dalam mengatasi kejahatan satwa liar lintas negara.

Tentang LINKSOS

Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) adalah pusat pemberdayaan disabilitas di Jawa Timur yang bertujuan membantu masyarakat marginal dan yang mengalami disfungsi sosial termasuk penyandang disabilitas – baik fisik maupun non fisik – dan kelompok rentan lainnya.  Filosofi Lingkar Sosial adalah lingkaran yang berisi aktor-aktor sosial. Filosofi ini menjadi prinsip kerja, bahwa LINKSOS tidak pernah bekerja sendiri, melainkan berjejaring, bersinergi dan berkolaborasi.  LINKSOS aktif menangani isu kusta dan disabilitas di berbagai sektor, khususnya sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, serta kesetaraan di hadapan hukum, termasuk mendirikan Difabel Pecinta Alam (Difpala).

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button