Jakarta, 23 Desember 2025. Empat individu orangutan bernama Jay, Raikhing, Noon, dan Bow akhirnya dipulangkan kembali ke Indonesia setelah diselamatkan dari jaringan perdagangan ilegal satwa liar di Thailand. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno–Hatta pada Selasa sore menggunakan penerbangan GA-867 Garuda Indonesia, menandai perjalanan pulang yang sarat makna untuk memulihkan hak hidup mereka sebagai satwa liar yang dilindungi negara Indonesia.
Keempat orangutan ini merupakan korban penyelundupan dan perdagangan satwa liar ilegal yang dapat diselamatkan pada periode Januari dan Mei 2025 di Thailand. Bayi-bayi orangutan ini diselamatkan pada saat usia mereka diperkirakan masih beberapa bulan. Selama proses hukum di Thailand, mereka dirawat di pusat penyelamatan satwa sebelum secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Indonesia melalui kerja sama lintas negara dalam kerangka Convention on International Trade in Endangered Species (CITES). Sejak 2006 hingga 2025, mekanisme kerja sama ini telah memulangkan 74 individu orangutan ke Indonesia.


Hasil identifikasi menunjukkan bahwa mereka terdiri dari 3 (tiga) individu Pongo abelii dan 1 (satu) individu Pongo tapanuliensis, spesies kera besar paling terancam punah di dunia. Setelah tiba di Indonesia, keempatnya akan menjalani rehabilitasi di pusat rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Besitang, Sumatera Utara, sebelum suatu hari dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ph.D., menegaskan bahwa repatriasi ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi orangutan melalui penegakan hukum dan pencegahan perdagangan ilegal satwa liar.
“Orangutan-orangutan ini adalah korban nyata perdagangan ilegal satwa liar lintas negara. Repatriasi ini merupakan bentuk penghormatan atas hak Indonesia terhadap keanekaragaman hayatinya, sekaligus memberikan kesempatan bagi orangutan untuk pulih dan kembali ke kehidupan liarnya,” tegas Danang Anggoro, Direktur Geopix.
Senada, Daniek Hendarto dari Centre for Orangutan Protection menekankan bahwa pemulangan ini membawa harapan besar sekaligus tanggung jawab kolektif: memastikan perawatan, rehabilitasi yang bermakna, dan perlindungan habitat jangka panjang.
Empat orangutan ini sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Kini, tugas kita bersama untuk memastikan hutan tetap terjaga dan lestari sebagai rumah bagi orangutan, agar kepulangan mereka benar-benar berujung pada kehidupan yang layak di alam.





