AnimalHumanioraPeople

Puluhan Ribu Trenggiling Tewas Dibantai

Reactive Statement

Foto istimewa
Foto istimewa

Yogyakarta, 5 Maret 2026. Menanggapi pemberitaan terkait penyitaan 3 Ton Sisik Trenggiling oleh Bea Cukai Tanjung Priok:

Geopix mengapresiasi Bea Cukai Tanjung Priok yang berhasil menggagalkan penyelundupan lebih dari 3 ton sisik trenggiling (Manis javanica) di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok. Nilai rupiah perdagangan ilegal dari sisik satwa dilindungi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 183 miliar. Hal tersebut menunjukkan besarnya perputaran nilai ekonomi dalam perdagangan satwa liar ilegal.

Dibalik angka yang fantastis tersebut, menyimpan tragedi besar bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Diperkirakan bahwa dalam setiap 1 kilogram sisik trenggiling yang diperjualbelikan berasal dari sekitar 5–8 ekor trenggiling yang diburu dan dibantai. Dengan jumlah total sitaan sebesar 3.053 kilogram, maka diperkirakan ada sekitar 15.265 hingga 24.424 ekor trenggiling yang telah mati dibantai.

Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix, menegaskan:

“Lebih dari 15.000 hingga 24.000 ekor trenggiling diperkirakan telah dibantai untuk menghasilkan tiga ton sisik trenggiling yang disita ini. Pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa perdagangan satwa liar ilegal masih berlangsung di Indonesia dalam skala besar , dan menjadikan Indonesia sebagai i target sumber bahan mentah sekaligus jalur perdagangan satwa liar ilegal dengan jaringan lintas negara yang sangat penting.”

Kondisi memprihatinkan tersebut seharusnya menjadi sinyal darurat bagi otoritas konservasi satwa liar dan penegak hukum, untuk membenahi kerapuhan dan kerentanan dalam perlindungan satwa liar di Indonesia. Penegakan hukum secara tegas, konsisten dan akuntabel harus berlanjut dan tidak boleh berhenti pada penyitaan barang saja tetapi juga dikembangkan terus dengan pengungkapan jaringan perdagangan ilegal di baliknya maupun penindakan terhadap aktor utama yang harus dibongkar, diadili dan diberikan hukuman yang setimpal.

“Kami juga mendesak agar seluruh sisik trenggiling hasil penyitaan dimusnahkan utuh secara transparan agar tidak muncul potensi untuk disalahgunakan dari tahun ke tahun,” pungkas Annisa.

===END==

Kontak Media: Annisa Rahmawati
annisa@geopix.id
www.geopix.id

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button