REACTIVE STATEMENT – BREAKING! Repatriasi Pertama Orangutan Korban Penyelundupan di India

Kualanamu, 19 Oktober 2026. Satu individu anak Orangutan bernama Rocky berjenis kelamin jantan umur 4 tahun, berhasil direpatriasi (dipulangkan) dari India ke Indonesia. Seremonial serah terima dilakukan di area kargo di Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Selanjutnya orangutan tersebut diberangkatkan ke pusat rehabilitasi Sumatera Rescue Alliance (SRA) yang dikelola oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Orangutan Information Center (OIC) di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara untuk proses karantina lanjutan, rehabilitasi serta pemulihan kondisi medis dan perilaku secara komprehensif dan akan dilepasliarkan ke alam jika sudah memenuhi syarat.
Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix mengatakan,” Geopix menyambut baik pemulangan anak orangutan ini serta memberikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan beserta jajarannya, Kantor Imigrasi, Kantor Wilayah Ditjen Bea Cukai ,Badan Karantina, KJRI Mumbai, Pemerintah India, Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), Centre for Orangutan Protection, yang secara bersama mewujudkan kegiatan repatriasi ini. Orangutan adalah satwa dilindungi negara, yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari keanekaragaman hayati dan kedaulatan negara. Repatriasi ini menunjukkan bukti serius betapa rentannya mereka terhadap kejahatan perdagangan ilegal lintas negara, di samping saat ini ancaman tersebut semakin meningkat dengan potensi besar kehilangan habitat akibat deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan.
Keberhasilan repatriasi dari India ini melanjutkan momentum pemulangan empat individu bayi orangutan dari Thailand pada akhir Desember 2025 lalu. Annisa menegaskan bahwa pemulangan satwa dari India harus menjadi momentum untuk memperkuat kerjasama lintas negara agar kejahatan-kejahatan terhadap satwa liar dilindungi ini tidak terulang yang didukung dengan proses penegakan hukum yang komprehensif yang mampu menyentuh aktor intelektual beserta jejaringnya.
Repatriasi harus diposisikan sebagai aksi korektif sekaligus pendorong komitmen bersama agar pemerintah Indonesia, negara tujuan/transit, serta komunitas internasional memperketat pengawasan di jalur-jalur perbatasan, pelabuhan, dan bandara guna memutus mata rantai kejahatan satwa liar transnasional.
Geopix juga menggalang dukungan publik melalui petisi yang meminta Pemerintah India untuk memulangkan puluhan orangutan korban penyelundupan ke Indonesia. “Masih ada sekitar puluhan individu orangutan korban perdagangan dan penyelundupan di India sejak tahun 2012. Jika hari ini merupakan “the first repatriation of orangutan from India”, maka masyarakat Indonesia masih menunggu kepulangan orangutan-orangutan yang lain yang masih ada di India secepatnya termasuk 5 bayi orangutan yang baru-baru ini ditemukan di Odhisa dan sementara masih dirawat di Nandankanan Zoological Park.
Link Press Conference Kemenhut:
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Rocky Kini Bernama Heera
Link foto-foto:
Repatriasi Orangutan Heera
Kontak media: Tasya (085210334327)
Tentang GEOPIX
Geopix merupakan organisasi kampanye independen yang bekerja pada isu lingkungan dan perlindungan satwa liar melalui riset, investigasi, dokumentasi, komunikasi publik, dan advokasi berbasis bukti.
ENGLISH VERSION
Indonesia Repatriates Orangutan Heera from India Following Illegal Wildlife Trade
Kualanamu, 19 October 2026 – A four-year-old male orangutan named Rocky has been successfully repatriated from India to Indonesia. The handover ceremony took place in the cargo area of Kualanamu International Airport (KNO), Deli Serdang Regency, North Sumatra. The orangutan was subsequently transported to the Sumatra Rescue Alliance (SRA) rehabilitation centre in Besitang, Langkat Regency, North Sumatra, managed by the Centre for Orangutan Protection (COP) and the Orangutan Information Center (OIC). He will undergo further quarantine, rehabilitation, and comprehensive medical and behavioural recovery before being considered for release into the wild once he meets the required criteria.
Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner at Geopix, said, “Geopix welcomes the repatriation of this young orangutan and extends its appreciation to the Ministry of Forestry and its agencies, the Immigration Office, the Regional Office of the Directorate General of Customs and Excise, the Quarantine Agency, the Consulate General of the Republic of Indonesia in Mumbai, the Government of India, the Wildlife Crime Control Bureau (WCCB), and the Centre for Orangutan Protection, whose collective efforts made this repatriation possible.
“Orangutans are nationally protected wildlife and an inseparable part of Indonesia’s biodiversity and sovereignty. This repatriation highlights their vulnerability to transnational illegal wildlife trafficking, a threat that is compounded by the growing risk of habitat loss caused by deforestation and forest and land fires.”
The successful repatriation from India follows the return of four infant orangutans from Thailand in late December 2025. Annisa emphasised that the return of this orangutan from India must serve as an opportunity to strengthen international cooperation and prevent further crimes against protected wildlife. These efforts must be supported by comprehensive law enforcement that reaches the masterminds behind such crimes and dismantles their networks.
Repatriation must be recognised as both a corrective measure and a catalyst for shared commitment. The Indonesian government, destination and transit countries, and the international community must strengthen surveillance at border crossings, seaports, and airports to disrupt transnational wildlife trafficking networks.
Geopix is also mobilising public support through a petition calling on the Indian government to repatriate dozens of Indonesian orangutans who were victims of smuggling: Demand the Indian Government to Repatriate Indonesian Orangutans.
“Dozens of orangutans who fell victim to wildlife trafficking and smuggling have reportedly remained in India since 2012. If this marks ‘the first repatriation of an orangutan from India’, the Indonesian public is still waiting for the other orangutans in India to return home as soon as possible. This includes the five infant orangutans recently found in Odisha, who are currently receiving care at Nandankanan Zoological Park.”
Ministry of Forestry Press Conference:
Kemenhut Pulangkan Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal dari India, Rocky Kini Bernama Heera
Photos:
Repatriation of Orangutan Heera
Media Contact: Tasya (+62 852-1033-4327)
About GEOPIX
Geopix is an independent campaigning organisation working on environmental issues and wildlife protection through research, investigations, documentation, public communications, and evidence-based advocacy.




